Jakarta, Riautimes.co.id - Polisi hingga saat ini masih menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum Perlindungan Masyarakat (Linmas) inisial BL kepada perempuan tunarungu berusia 20 tahun di Bekasi Timur. Terduga pelaku hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Untuk kasus tersebut masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, pendalaman fakta, petunjuk dan keterangan para saksi masih dilakukan pendalaman," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi saat dihubungi detikcom, Rabu (7/4/2021).
"(Terduga pelaku) belum dilakukan penahanan. Masih sebagai terlapor," tambahnya.
Ada sejumlah pertimbangan terkait alasan penyidik belum menetapkan BL sebagai tersangka. Selain masih mengumpulkan alat bukti yang kuat, Aloysius menyebut keterangan korban hingga kini masih kerap berubah-ubah.
Untuk itu, dia mengatakan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menetapkan status tersangka di kasus tersebut. Aloysius mengatakan akan mengundang sejumlah saksi tambahan untuk membuat terang-benderang perkara.
"Keterangan (korban) masih berubah, perlu pendalaman. Masih didalami segala kemungkinan," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan pihaknya juga telah mengundang tenaga ahli untuk menggali keterangan korban. Selain itu, dia menyebut terduga pelaku pekan ini pun akan dimintai keterangan oleh polisi.
"Perkembangan kasus tersebut sekarang ini sudah dilakukan pemeriksaan saksi dua orang. Korban sudah divisum dan sekarang dibantu oleh tenaga ahli untuk mengartikan kata-kata korban. Untuk yang diduga pelaku dalam waktu dekat ini akan dipanggil untuk di-BAP," terang Erna.
Untuk diketahui, perempuan tunarungu berusia 20 tahun menjadi korban perkosaan oleh seorang oknum Perlindungan Masyarakat (Linmas) inisial BL. Pelaku diketahui sempat mencekoki korban sebelum melakukan aksi bejatnya.
"Korban diberikan minuman beralkohol lalu tidak berdaya dan diperkosa lah," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing saat dihubungi, Selasa (30/3).
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Tindakan pelaku dilakukan di sebuah kuburan.
"Kejadian hari Rabu 17 Maret 2021 di kuburan Duren Jaya, Bekasi," ungkap Erna.
Sumber: Detiknews


